Alkisah diceritakan seorang remaja yg sederhana tinggal bersama neneknya , remaja itu dieri nama “ Rahesa Aditya Pratama” , remaja ini tinggal bersama neneknya sejak menginjak bangku SMP kelas IX . remaja ini yg sering disapa Aditya oleh temannya , tinggal bersama neneknnya karena orang tuanya pergi keluar kota , yg kebetulan mendapat kerja disana .
Adit ini sekarang menginjak bangku SMA , tepatnya dia sekarang duduk dibangku kelas X-2 , disekolahnya dia sangat baik , pintar , lucu , dan ramah . seringkali dia dikelasnya cowok yg paling “kalem” kalem disini bukan berarti pendiam , tetapi aditia ini orangnya paling gak suka dengan dunia gaul bebas , seperti merokok , minum-minum , Dll. Dikelasya dia cowok yg paling pandai , tidak heran setiap ulangan harian dia cowok yg satu – satunya berprestasi . adit ini yg hobinya sama musik ini , disekolahnya cukup aktif , disekolahnya dia mengikuti kegiatan , eskul kesenian, tim olimpiade b.inggris, kimia , & matematika , dan sebagai wakil ketua tim olimpiade b.inggris dan sebagai ketua tim olimpiade kimia . tidak heran dari kegiatan yg dikuti adit , adit memiliki banyak teman . diantaranya temen yg paling deket sama adit ialah Raka Caka Prawira temen adit yg jago kimia, dia anak kelas X-1 , selain dia jago kimia dia pintar menjadikan susana menjadi seru & gokil , Mifa Mahdalena temen adit yg manis , cantik , & paling aktif diantara teman-teman adit yg lainya , Mifa ini seorang bendahara osis di sekolahnya , & mifa ini temen yg asyik diajak curhat oleh adit , maka tidak heran setiap adit punya maslah dia selalu lebih memilih curhat ke dia lebih ketimbang yg lainya .tapi nyebelinnya dia suka nyuruh – nyuruh adit , dari mulai membantu kegiatan osisnya , sampai tugas dikelas pun dia nyuruh adit ngerjain , mungkin kerena dia paling aktif disekolah , sampai sampai tugas sekolahpun dia tidak sempat kerjakan . Yudha Dwiniar Putra , suka dipanggil Niar , Niar ini orangnya jutek , pendiam , sebenarnya dia tidak seperti begitu , sebenarnya dia suka susaa serius , atau dia tidak suka menggobar – gombar suara yg tidak penting , tetapi dia ini pintar menulis , tidak heran dia sering mengapresiasikan karyanya di mading sekolah , dia juga paling hobi ngumpulin komik-komik & novel novel dirumahnya . maka koleksi bukunya sering dipinjam kepada teman-temannya , yg sering dijuliki “perpus berjalan” . Rahma Pritawulan yg sering disapa Wulan ini orangnya Serius , tegas , tetapi kadang gak nyambung juga , tapi dia cewek yg memiliki jiwa leadership , and dia seorang ketua tim olimpiade b.inggris . dan satu lagi Rohmat Soleh dia anak kelas X-5 , dia orangnya pendiam , dan pemalu , tetapi dia paling pinter dalam masalah ilmu agama , maklum dia anak pesantren , dia paling suka ngingetin temannya untuk tidak lupa solat .
Mereka berenam merupakan best friend bagi adit dan temannya , meskipun beragam keahlian dan sifat , mereka tetap selalu bersatu dalam menghadapi masalah apapun , mereka tidak peduli meskipun mereka beragam jenis sifat , mereka membulatkan bahwa mereka “one heart”.
Dan cerita pun dimulai dari sini , pada suatu pagi yg cerah ini , Mifa sedang meikirkan sesuatu , dia ternyata sedang memikirkan masalah dia dalam OSIS , uang donatur buat kegitan liga sekolah minggu depan , ternyata dihilangkan oleh Mifa , dari kelakuan ini aditpun melihat Mifa kebingungan .
“eh kenapa loe ?” sapa adit sambil senyum
“dit , tolongin gue dit , gue lagi kebingungan nih ?” jawab Mifa sambil menangis
“emangnya kenapa , kebingungan gak bisa ngerjain PR kelas ?” lanjut pertanyaan
“bukan dit , bukan itu “ mifa menjawab sambil kebingungan
“ya terus apa dong ?” jawab adit tegas
“dit , gue ngilangin duit donatur buat liga sekolah dit ,” sambil merengek nangis
“kenapa bisa ?” jawab adit heran
“awalnya , gue simpen di tas gue , setelah Tasya (temen sebengku Mifa ) ngajak gue ke perpus , gue balik uang dari tas gue langsung ilang semua , setelah gue cari disekitar bangku dan sekitar kelas gue , uang itu tetep gak ada .” mifa sambil pegang tangan adit
“udah diumumin ke temen sekelas loe belum ?” jawab adit
“udah , tapi gue belum bilang sama pembina osis sama ketua osis gue , gue takut pihak sekolah dan pihak osis marah sama gue semua , gue gak mau dikatain bendahara yg tidak tanggung jawab dit, ” jawab mifa sambil makin kenceng nangisnya
“ udahlah , mending kita bilang dulu ke pembina osis sama ketua osis , urusan pihak sekolah sama osis , biar gue yg ngadepin “ jawab adit dengan tegas
“ loe yakin dit ?” jawab Mifa dengan suara pelan
“yakin Mif , kita kan sahabat , jadi sahabat harus saling membantu , sedih senang kita satu rasa .” jawab adit dengan nada penyemangat
“makasih ya dit loe sahabat gue yg paling baik “ jawab sambil meluk adit
“udah udah tlong lepasin mif , “ kata adit smbil mlpskan pelukannya
“eh ma’af dit , gue gk sengaja “ jwb mifa smbil malu malu
“hmmm ya gk pa2 deh, mnding kita langsung ke Pembina osis z buat bilang masalah ini “ jwb adit
“tapi dit , gue gk yakin “ jwb mifa dengan bibir cemberut
“udah gk usah mikir – mikir segala , dasar cewek , low lagi msalah kbnyakan mikir lu “ jwb adit smbil narik tangan mifa
Terus mereka langsung pergi menuju ruangan kurikulum menuju meja pak Hansamudi ,ketika mereka hendak pergi ke ruangan tersebut , mereka bertemu teman2 lainnya yaitu Wulan , Rohmat & Yudha
“eh eh , kalian mau kmna , kok pegang pegang tangan gtu ? sapa Rohmat
“jangan jangan mau apel yah ? hahahaha ” sambet wulan
“sssssuutttt kalian ini pikirannya jauh gitu , gue tu bukan mau apel tau , tapi kita mau nyelesain suatu masalah “ jawab adit dengan tegas
“haah masalah dit , btw klian punya masalah apa ?” Tanya yudha
“ mifa kehilangan duit osisnya “ jawab adit
“bener temen – temen gue kehilangan uang osis , buat liga minggu depan “ sambung mifa sambil nangis ke temen2nya
“hahh loe kehilangan duit mif ?, sabar ya sobat “ wulan sambil peluk mifa
“ udah deh kita pelukannya , mnding kita langsung z lapor ke Pembina osis kita “ perintah adit
“ayo dit , kita ikut !” jawab yudha , rohmat ,& wulan
“yo kita jalan !’ perintah adit
“ayo ! “ jawab semua temennya
Tok tok tok “assalamualaikum pak” sapa anak anak
“Walaikum salam, silahkan masuk ! “ jawab pak Latief
“ maa’f pak , ganggu .” sahut anak – anak
“ oh tidak apa – apa , silahkan duduk nak !” jawab pak Latief
“oh ya pak makasih “ jawab anak – anak sambil senyum
“iya, ngomong2 kedatangan kalian disini ada apa ?” Tanya pak latief
“eeeee gimna ya pak , maksd kedatangan kami maaauu “ jawab mifa smbil gerogi
“ada apa , ?” jawab pak latief
“biyar gue , yg ngomong fha , !” pinta adit ke mifa
“gini , pak, maa’f bila saya ngomong mewakili mifa , mksud kedatangan kami kesini adalah mau bilang , bahwa uang buat liga minggu depan yg dipegang mifa sekarang , telah mengalami keghilangan . awalnya uang itu ditaruh di tas mifa , tapi seketika mifa hendak keluar , nganter temennya ke perpus , uang itu hilang “ jawab adit dengan bijak
“apa , hilang ? . klian tentu taukan bahwa uang itu sangat diperlukan buat kegiatan minggu depan , kalau gk ada artinya klian mnggalkan buat liga sekolah minggu depan, pasti murid – murid bakal kecewa , kalau mendengar kegiatan ini digagalkan . karena mereka telah menyambut gembira kegiatan ini , buat refreshing setelah UAS “ jawab pak latief dengan sedikit marah
“maa’fin saya pak , saya benar – benar gak sengaja , mohon maa’fin saya “ pintaan mifa buat minta maa’f sambil nangis
“udahlah mif , jangan nangis terus “ belaian teman – teman ke mifa
“gini , pak mending sekarang kita cari solusinya , kali z gak telat dan masih bisa ditemukan !” jawab yudha dengan tegas
“ok deh mudah – mudahan masih bisa ditemukan , saya akan perintahkan kemanan sekolah buat nanganin masalah ini” jawab pak latief tegas
Pak latief langsung mengambil telepon genggamnya buat nelepon ke penjaga sekolah dan satpam buat merintahin memasukan murid
“ hallo , pak ?”
“ iya ada apa pak “
“tolong amankan murid buat tidak keluar sekolah , karena ada kasus kehilangan uang disekolah !”
“siap pak ! “
“Ok terima kasih”
Terus pak latief melanjutkan nelepon ke penjaga sekolah Pak Ujang
“halo mang ujang “
“ya pak ada apa “
“tolong pijit bel masuk sekarang , dan umumkan kepada semua murid , buat masuk kelas masing , bilangin ada pengumuman !”
“siap pak !”
Setelah nelepon ke satpam & penjaga sekolah , pak latief tidak lupa nelepon kepda Dodi Kusuma yg sekarang dia menjabat ketua PKS.
“ halo Dodi ?”
“ya ada pak , bapak nelepon ?”
“kamu dimana sekarang ?”
‘saya lagi dikelas pak , memangnya ada apa ya , kok kayak ada suatu maslah “
“sekarang kamu suruh anggota kamu buat ngadain razia dadakan , bagi setiap anggota buat 3 orang per kelas , bendahara osis kehilangan uang buat liga minggu depan.”
“siap pak , akan saya laksanakan “
“ok , terima kasih “
(sesudah nelepon)
“ok saya udah gerakan semua keamanan disekolah , mudah – mudahan uang tersebut bisa ditemukan “ jawab pak latief dengan sedikit senyum
“ya pak , makasih “ jawab semua temen – mifa
“ya kalian silahkan tunggu diluar , entar kalau ada apa-apa saya telepon lagi”
“ok pak !”
Setelah pak latief menggerakan semua keaman disekolah , sekolah tersebut dikagetkan dengan kegiatan razia dadakan , Dodi yg diperintahkan pak latiet untuk membagi anggotanya , kini siap digerakan ke kelas –kelas , sekitar 80 anggota PKS digerakan Dodi untuk pemeriksaan semua sekolah.
“semua nya siap gerak !” Dodi menyiapkan anggotanya
“Kita punya tugas dari Pembina osis kita , untuk mengadakan razia dadakan ini , kita harus siap dengan tugas ini , ! semua siapp ?” pimpinan Dodi dengan tegas
“siap !”
“ok , aku bagi kalian dalam 3 orang/kelas “
“hah , gara – gara aku, semua orang disibukan “ penyesalan mifa dengan menjatuhkan air mata
“jangan begitu dong mif , udah jangan nangis lagi , semuakan udah diatasi , mudah-mudahan uang itu bisa ditemukan kembali kita bedoa z kepada allah “ jawab adit sambil pegang tangan mifa
“makasih dit , loe itu paling ngerti perasaan gue sekarang, gue senang punya sahabat kaya loe “ jawab mifa dengan tersenyum
“gue juga bangga punya sahabat kaya loe “ jawab adit dengan senyum ke mifa
Kegiatan razia tersebut , mulai dikomandankan oleh Dodi , kelas demi kelas telah dibagikan anggota PKS , Adit , Mifa dan kawan lainnya hanya bisa berdoa’ semoga uang tersebut dapat ditemukan . tidak hanya pemeriksaan dalam kelas Dodi juga menggerakan anggotanya untuk penyisiran diluar , supaya agar semua murid terperiksa .
Setelah pemeriksaan tersebut mifa pun menanyakan hasilnya kepada Dodi
“kak Dodi gimana razianya , apa uang tersebut bisa ditemukan ?” Tanya mifa sambil b erharap-harap
“mmmmm gimana yah ?” Dodi menjawab kebingungan
“ayo apa kak , jawab pertanya fha !” mifa menanyakan sambil memaksa
“ya de , kakak akan certain hasilnya , kakak udah berusaha keras buat menggerakan razia ini , semua pelosok sekolah , bahkan semua orang yg ada disekolahpun saya razia ,tapi mungkin maling itu berhasil membawa uang ade , jadi maa’f hanya ini yg bisa kakak bantu buat ade “ Dodi menjawab dengan nada kasihan L
“ya udah kak , maksih yah dah bantu mifa !” mifa langsung pergi keteman – temannya
à (di kelas )
“gimana mif ?” semua temannya menanyakan
Mifa hanya menangis dibangku , :’( “kenapa mif ? pasti gk ditemukan ya ? sabar ya sayang , mungkin ini ujian dari tuhan buat lo , biar kamu tegar “ dukungan semua teman- temannya sambil ngusap kepalanya J
“hemmm , makasih ya kalian , klian selalu buat gue kuat , klian selalu ada disaat gue sedih, klian adalah sahabat gue yg paling baik gue sayang banget klian “ mifa menjawab dengan sedikit senyum
“ya , kami juga sayang loe , and kami berjanji , kita akan tetap bersama dalam suka dan duka” semua teman sambil meluk mifa
“mending kita bilangin z dlu yuk , ke pak latief , barangkali dia punya solusi dalam masalh ini , bagaimanapun juga dia tetap orang yg baik kok “ saran Raka
“kata loe , bener juga , yuk kita anter mifa sama – sama “ jawab Wulan
à(di kantor)
“pak , hasil dari razia tadi tidak mendatangkan hasil pak, bagaimana ini pak ?” semua teman mifa ngomong
“ya , bapak sudah tau , mungkin bapak hanya ngasih solusi gini, sementara uang buat liga nanti biar bapak kasih pinjam kamu dari uang bapak , bagaimana ?”
“hah , dari bapak , pak , saya udah bikin susah bapak , and susah banyak orang , masa harus dari bapak lagi yang nanggung ?” mifa menjwab
“gak papa nak , bapak k’n hanya ngasih pinjam kamu , biar nnti maslh bayar gk usah dipikirin dlu , kamu bisa nyicilnya sebisa kamu “
“tapi pak ?”
“udah , terima z , biar semua acara ini bisa berjalan nak , !”
“hemmmm, ya udah deh , terserah bapak’
“ya udah bagus, ngomong-ngomong totalnya berapa nak ?”
“7 juta pak”
“ya udah , nnti besok kamu bawa lagi , uang itu , dan nnti kamu bisa menggantinya 5 juta saja, biar 2 juta saya ganti , selaku Pembina kamu “
“yang bener pak ?”
“iya , “
“ya udah , makasih ya pak , kami permisi” teman teman jwab
“ya udah , makasih ya pak , kami permisi” teman teman jwab
“iya , sama sama”
-à (di kantin)
“loe , yakin bisa mif , gantiin uang itu sebesar 5 juta, ?” Tanya Raka & Rahma
“ya mif , loe bisa emangnya “ semua temen- temennya nanya
“entahlah , gue juga bingung , harus gimana , gue gntiin duit sebnyak itu , gue hanya punya uang simpanan 500rb z , mana cukup buat gantiin uang itu “
“hemmm gimana dong ?”
“dorrrr nah aku punya ide !” Rohmat sambil pukul meja kantin
“punya ide sih , puny aide , tapi jangan pukul meja juga kalie , ngagetin kita z loe “ jwab Rahma sambil sedikit marah
“hehehe maa’f Rahma ,piss ah , jelek banget low loe marah gtu “
“udah udah , terus giamna mat , ide loe “ Tanya adit
“gini nih , mending kita semua bantu nyari z , gimana “
“caranya ?”
“ya kita kerja ke , atau menjual kemampuan kita atau apa , gue yakin low kita bersama-sama , pasti kita bisa , gimana kawan kawan ?”
“wah , ide loe bagus juga mat , tumben loe cemerlang hahahahha” jawab Rahma
“bisa , bisa , kita mungkin bisa kawan “ dukungan dari YUdha
“bener , kata rohmat , bagaimana low hari libur kita ngamen – ngamen ke antar desa gitu , gue bisa jadi gitarnya “
“hah ngamen , so sweet banget , gue mau tuh , sklian dari ini kita bisa belajar mersakan gimana susahnya mencari uang , gue jadi inget anak jalanan “ kata Wulan sambil teriak teriak
“oke juga “
“kalian yakin nih , mau ngelakuin ini demi gue , gue taku nyusahin kalian nih , ?”
“udahlah fha , gk pa” kita ikhlas kok , kita bisa petik hikmah dari kejadian ini , dari kejadian gue ngersa kita makin dekat sama semua sahabat gue sekarang “ jawab Raka
“bner kata lo ka , gk pa” fha kita ikhlas kok , kita udah ngnggap kita udah keluarga sendri”
“makasih ya temen – temen , klian dah baik banget sama gue , gue sayang klian “
“kita juga sayang lho fha J”
“eh dah sore nih , kita pulang yuk , takut bokap gue marah nih , low kesorean
“iya yuk kita pulang!”
“yuk , fha , kamu pulang sama siapa ?”
“udah sendiri juga gk pa” kok , lagian masih siang , masih bnyak mobil umum”
‘ya udah kita dluan ya fha , dadadah J”
“dadah J”
#lagi jalan tiba – tiba adit adit nymperin mifa , dengan bawa motr merahnya
“gue anter pulang ya mif , !”
“udah dit , gk pa’ gue mau naik mobil umum z J”
“udah ayo , yang lain udah pada pualng , tinggal kamu sendri belum “
“Tapi dit , gk pa” nih ?”
‘Ya gk pa” kok , pegangan yah , gue mau ngebut bawanya ‘
è (di rumah )
“dit , mskih yah telah nganterin gue J”
“ya sama – sama mif , met istrhat ya , aku pulang sekrang J” jawb adit sambil memakai kembali helmnya
(efisode 3 )
“pagi dit ,Ih ngapain loe , ko diam z gtu ?” sapa Wulan
“eh klian , pagi juga , gk , gk napa2 kok , gue cuman lagi mikirin buat ngamen ntr , kira –kira kita ngamen kemana yah , sementara kita k’n pelajar , mana mngkin kita ngamen di terminal ?”
“hemmmmm itu yah , iya yah mau kemana kita yah ?” Tanya wulan
“tapi btw peralatannya , udah ad alum dit ?” Tanya Wulan
“udah nih J”
Tidak lama kemudian Raka, Yudha, dan Rohmat datang
“dor , pagi semua gi ngapain nih ?” sapa raka
“eh lo ngagetin z lo , nie kita lagi ngomongin masalah buat nyari uang itu nih , kira2 kita bakal ngamen kmna nih ?”
“klian serius nih ?” Tanya Raka
“ya lah , kita k’n dah janji buat mifa , buat bntu dia , kita satu sahabat jadi kita harus satu rasa satu hati , bagaimana teman –teman ?”
“yoi , ayeyyyyy” salam semangat
Tidak lama kemudian Mifa datang
“wah sicantik baru datang nih “ coblakan Rohmat
“wah iya nih “
“pagi mifa ?”
“pagi mifa ?”
“eh klian , pagi-pagi dah bikin semngat baru nih , pagi juga teman – teman , lagi pada ngapain klian ?”
“gk kita lagi ngobrol- ngobrol biasa z kok “
“oh gtu ya ,,,, J”
TEEEEENG TEEEEEENG bel pun berbunyi, mereka pun bersiap untuk memasuki jam pertama…
------- Sepulang sekolah
“eh gimna teman teman , kalian siap ?” Tanya adit sambil menyemangat
“siap cap cus coy J “ teriak teman –teman mifa
“kalian yakin mau bantu gue ?” Tanya mifa
“ya yakinlah kawan J “ semangat teman – teman
“yuk lah kita berangkat !”
Mereka pun memulai misi mereka buat ngebantu teman mereka yang lagi kesusahan , mereka mulai mengamen kepelosok – pelosok desa , adit yang jago mainkan music menunjukan keahliannya buat main gitar dikegiatan tersebut , sedangkan teman yg lainya mereka hanya bernyanyi dan mempertarik masyarakat . merekapun kompak suka ria membantu temannya ini , meskipun panas mathari menyengat mereka , tapi semangat mereka yg ingin membantu sahabat mereka yang lagi kesusahan .
“teman –teman dah sore nih , udah yu !” kata mifa sammbil teriak
“ya udah yukk , takut nyokap boakap kita marah juga “
“ya udah ini minum buat kalian , maksih yah dah bantu gue sebelumnya “
“ya sama2 fha “
“eh fha kita pulang dluan ya , bolehkan “ kata Wulan Yudha, & Rohmat.
“ ya hati – hati yah “
Wulan ,, Yudha, & Rohmat sudah pualng dluan , tapi adit masih duduk disamping mifa ,
“eh dit , lo gk mau pulang ?”
“gk bntr lagi fha , gue mau bantu dlu ngitung duit hasil kita ngamen fha “
“oh mksih ya dit ,”
“ya , dapet berapa fha ?”
“dapet 575rb dit , bnyak banget ya “
“ya alhamdulilah “
“yuk kita pulang dit !, aku pulang dluan ya “
“oh ya , eh bntr ikut sama gue z “
“ah ntr ngerepotin lagi ?”
“udah gk pa” ayo !” adit sambil memaksa
“ya udah ayo atuh , mksih yah sebelumnya”
Dan selama seminggu pun mereka sibuk mencari uang buat ngebantu temannya dengan kegiatan ngamen , alhasil hasil yg mereka kerjakan mndekati target yaitu sekitar 4 juta . setelah seminggu tersebut , mifa memutuskan untuk berhenti mengamen kepada teman – temannya , mifa gk mau mereka susah lagi , tapi sahabat2 mifa gk brhenti menolong, yudha yg jago buat cerita , nyumbangin hasil jualan buku ceritanya kepada mifa , Rohmat yg jago MTQ , mnyerahkan uang hasil lombanya kepada mifa , sedangkan wulan , mnyerahkan tabungan jajannya kepda mifa juga .
“klian gk usah ngasih ini ke gue , gue dah cukup tertolong dengan klian , please jangan sampai gue nerima ini dari kalian semua , !” mifa sambil menangis menangis
“udahlah fha , terima z , kami ikhlas kok , bantuin ini semua , kita k’n satu sahabat , jadi kita pantaslah menolong teman yg lagi kesusahan, please fha , terima ini semua dari kami !”
“terima ksih ya , kalian memang sahabatku yg paling baik “ mifa sambil meluk Rahma dan Wulan
“ya sayang , jangan nangis lagi dong , kita k’n jadi ikut sedih “
“ya gk kok “ mifa sambil mengusap air matanya
“udah , udah jangan nangis nangis lagi ladies , mending kita makan yuk !” kata Adit, YUdha , dan Rohmat
“yukkkkkkk!!!!!” semua teman2 menjawab
(selesai makan )
“eh temen2 , sbntr yah , gue mau nyerahin duit dlu ke pak latief”mifa memulai pembicaraan
“ya deh , tapi mau sama siapa loe ?” Tanya Wulan
“mmmm , dit , anter gue yah ke pak latief !!!”
“eheee *adit sambil batuk gue ?”
“iya , mau k’n ?”
“ya dah ayo” adit sama mifa meninggalkan meja
-----di kantor
Assalamualikum pak
“waalaikum salam, silahkan duduk !”
“ya pak , makasih , “
“ada apa nak ?”
“gini pak , saya dating kemari hanya ingin mengembalikan uang yang telah diberikan bapak kepada saya , total semuanya 5 juta ya pak ?”
“oh , kamu udah mndapakan uang tersebut ?”
“ya pak , ini semua berkat teman2 saya pak , yg setia menolong saya pak “
“oh bagus , itu namnya pertemanan”
“ya pak maksih, ini uangnya pak ,”
Ohhh mkasih ya nak, uangnya bapak terima “
“iya pak , sama- sama”
“ya dah ya pak , kami permisi dulu “ adit sama mifa pun pergi
“ya nak silahkan “
SELESAI